KONI Mempertanyakan Kendala PB Porda Mengenai Softball dan Baseball

softball porda
Ketua KONI Kota Bandung , Aan Johana didampingi jajarannya saat menyampaikan tanya jawab diskusi pada acara "Silaturahmi dan Sosialisasi hasil RAT KONI Jawa Barat 2017 " di Hotel Newton Jl RE Martadinata Bandung, Rabu (10/1/18). *DIN

Inbewara, Bandung – Surat resmi akan diberikan oleh KONI Kota Bandung kepada Pengurus Besar (PB) Porda XIII/2018 Jawa Barat terkait belum adanya kepastian cabor softball dan basebal untuk dipertandingkan pada Porda di Kabupaten Bogor. Menurut Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana mengatakan pihaknya akan mempertanyakan mengenai PB Porda belum menyetujui sofbal dan basebal agar dimasukkan pada cabor yang dipertandingkan.

“Saat ini teman-teman di Pengda  Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jawa Barat sedang berjuang agar dua cabor ini bisa digelar lagi pada Porda 2018. Kami juga akan melakukan hal sama dengan melayangkan surat kepada mereka,” ucap Aan di Bandung, Senin (15/1/2018).

Pada surat ini KONI Kota Bandung akan fokus mempertanyakan kepada hal-hal yang menjadi kendala utama PB Porda Jabar 2018 Kabupaten Bogor belum memutuskan softball dan baseball untuk dipertandingkan. Menurut dia, jika kendala itu berasal dari veneu maka Kota Bandung siap membantu Kabupaten Bogor untuk menyediakan tempat penyelenggaraannya.

“Kami siap menjadi tuan rumah softball dan baseball pada Porda 2018 ini jika memang Kabupaten Bogor terkendala masalah venue. Insya Allah kita siap. Apalagi ada beberapa cabor yang memang tempatnya di luar tuan rumah seperti cabor sepatu roda juga di Kota Bandung,” katanya.

Aan mengatakan, jika persoalan itu terkait masalah lain, maka Kota Bandung siap melakukan sharing berkaitan lokasi dan venue yang akan dilaksanakan kepada PB Porda XIII. Dengan begitu, kata Aan, apapun persoalan yang mengganjal pada cabor sofbal dan basebal sebenarnya bisa diselesaikan dengan bersama-sama.

“Jika itu alasan lokasi dan venue kami siap sharing untuk membantu dalam pelaksanaan Porda nanti . Lalu jika itu persoalan minimnya sumber daya manusia Pengda Perbasasi siap bantu. Semua insya Allah sudah siap apalagi jika soal SDM kegiatan level Nasional saja mereka siap apalagi ini tingkat Jabar,” katanya.

Aan mengatakan, jika mengacu pada waktu yang ada, pihaknya masih optimis sofbal dan basebal masih bisa dipertandingkan. Asal, semua yang terkait mau duduk bersama mencari solusi dari permasalahan tersebut.

“Jika mengacu pada keputusan akhir mengenai aturan hingga teknikan handbook nomer pertandingan yang sudah disampaikan KONI Jabar maka mereka menjanjikan bulan April semua aturan sudah final. Jika sebelum April sudah masuk maka cabor tersebut masih bisa dipertandingkan,” katanya.

Hal senada dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Bahkan, pria yang akrab disapa Emil ini dengan keras menyatakan protes jika sofbal dan basebal sampai tidak dipertandingkan di Porda XIII/2018 Kabupaten Bogor.

“Tentu saya protes keras jika sofbal dan basebal tidak dipertandingkan. Sebab, tidak ada alasan lagi agar membuat cabor ini tidak diikutsertakan pada Porda 2018 Oktober nanti,” ucapnya.

Apalagi,  kata Emil, dua cabor ini mampu secara signifikan memberikan kontribusi maksimal kepada Kota Bandung di Porda 2014 lalu. Dimana saat itu Kota Bandung mampu menjadi juara umum dengan raihan tiga medali emas.

“Pada Porda Jabar lalu di cabor sofbal dan basebal Kota Bandung jadi juara umum dengan tiga medali emas. Tentunya kami protes ke KONI Jabar jika sampai mencoret softball dan baseball di Porda kali ini karena kami bisa kehilangan cabor favorit mendulang emas,” ujarnya. (Misyari/DIN)