Taman Inklusi Wisata Hutan Kota Yang Meneduhkan

InBewara, Bandung – Kesibukan dan aktifitas yang padat di setiap harinya kerap kali membuat jenuh. Untuk mencari hiburan biasanya orang pergi ke luar kota guna mencari pemandangan dan kawasan yang pas untuk beristirahat sejenak. Namun bagi masyarakat di Kota Bandung tidak usah khawatir, karena terdapat wisata hutan kota yang meneduhkan dan kawasannya cukup cocok dijadikan pilihan. Namanya “Taman Inklusi” atau orang-orang lebih mengenalnya sebagai Taman Maluku, taman yang berada di Jalan Maluku ini juga bersebrangan dengan Taman Saparua, sehingga banyak masyarakat yang selesai berolah raga bersantai sejenak di Taman ini.

Selain rimbunnya pohon dan tempat yang terkesan tenang. Di sini juga terdapat sebuah patung yang memiliki nilai sejarah. Patung tersebut adalah Pastor H.C. Verbraak yang hidup pada tahun 1835-1918. Kabarnya, pastor ini datang ke Indonesia sebagai missionaris, dan ia meninggal karena pesawat yang ia tumpangi jatuh. Untuk mengenang jasa dan perjuangannya maka dibuatlah patungnya, dan jasadnya di makamkan dibawah patung tersebut.

Yadi priyatna, yang merupakan polisi pamong praja Bandung Wetan dan biasa bertugas di tempat ini mengatakan bahwa Taman Inklusi merupakan satu dari sembilan taman yang ada di kawasan Bandung Wetan. Dan pemeliharaanya berada di bawah Dinas Pemakaman dan Pertamanan atau Diskamtam dan juga Polisi Taman atau Poltam yang pengawasannya hingga 24 jam oleh aparatur dari Kecamatan Bandung Wetan.

“Disini terbuka selama 24 jam. Hanya saja bagi masyarakat tidak boleh tidur, ataupun berjualan, kendaraanpun tidak boleh masuk ke dalam”,  Tutur Yadi.

Yadi juga menjelaskan bahwa Taman Inklusi ini selalu diperbaharui setiap 6 bulan sekali untuk mengantisipasi kerusakan. Masyarakat juga bisa melaporkan dan memberikan masukan jika ada keluhan atau fasilitas yang kurang untuk selanjutnya ditindak lanjut oleh pemerintah.

“Biasanya taman ini ramai sekitar pukul 9 pagi hingga 3 sore. Banyak juga yang bersantai bersama keluarga atau teman-teman untuk menunggu senja”, Tambah Yadi.

Dengan penataan ulang dan kebersihan taman yang terus dikontrol. Saat ini memang Taman Inklusi menjadi pilihan yang pas untuk berekreasi karena juga dapat memberikan kenyamanan.

“Himbauannya sih kalau untuk para pengunjung. Tetaplah menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan.”terangnya yang sudah menjadi polisi taman sejak awal tahun 2017 ini. (Tiwi Kasavela)