KONI Kota Bandung Gelar Tes Psikologi Tahap Kedua

Sebanyak 200 peserta Altet Peltcab KONI Kota Bandung mengikuti pelaksanaan tes psikologi di GOR Bandung Jl.Jakarta No 18 Bandung, Jumat , (25/5/18).

InBewara, Bandung –┬áSekitar 200 orang atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Bandung melakukan tes Psikologi tahap kedua bagi atlet yang belum mengikuti psikologi, yang berlangsung di Sekretariat KONI Kota Bandung, GOR Bandung, Jln Jakarta Bandung, Jumat (25/5/2018).

“Pemeriksaan Psikologi merupakan solusi yang baik untuk menemukan permasalahan ataupun kendala-kendala yang akan dihadapi agar keterbatasan tersebut dapat dilakukan intervensi psikologis sehingga akan menghasilkan performa maksimal (peak performance) pada saat pelaksanaan Porda nanti,” ungkap ketua pelaksana kegiatan Andi Mulyadi yang menjabat sebagai ketua bidang Sport Medicine KONI Kota Bandung.

Untuk tes psikologi ini ada sekitar 200 atlet yang belum pernah mengikuti psikologi di tahap pertama dan rencananya tes psikologi ini digelar selama tiga hari, yang setiap hari ada sekitar 20 cabang olahraga.

Andi menjelaskan tujuan diadakannya tes psikologi ini untuk mengetahui kondisi psikologis atlet dengan melakukan intervensi psikologis terhadap aspek psikologis yang kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh pelatih atau cabor tersebut.

“Adapun aspek psikologis yang digali dari pemeriksaan psikologis ini, intelejensi, daya tangkap, stabilitas Emosi, toleransi terhadap stress, kemandirian, kepercayaan diri, minat Sosial, penyesuaian diri, motivasi, kerjasama dan kekompakan tim,” ujar Andi Mulyadi.

Sementara Salah seorang peserta atlet pelatcab Kota Bandung , Meirin (21) atlet yang baru 1 tahun bergabung di cabang olahraga Rugby mengatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan tes psikologi ini dapat diketahui kondisi psikis saya sebagai atlet Rugby yang akan bertanding di Porda XIII di Kab. Bogor.

“Saya nanti sebagai sebagai individu yang harus bergabung di dalam tim Rugby, bagaimana setiap individu bisa bergabung di dalam satu tim work yang baik, sehingga Pelatih bisa mengakomodir setiap individu-individu dan tahu bagaimana kondisi seseorang sehingga pelatih bisa meramu atau bisa menentukan atlit yang sedang bertanding”, ujar Meirin. (DIN)*