610 Mahasiswa Baru Diterima di STIEPAS

Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi didampingi Ketua Stiepas, Dudung Juhana (kedua kiri) dan Ketua Jurusan Program Magister Manajemen , Dedi Hadian (kiri) memakaikan jaket almamater kepada 3 orang perwakilan mahasiswa baru pada Pembukaan Kupas 2019 dan pelantikan mahasiswa baru 2019, di kampus STIEPAS Jl Turangga 37 -41 Bandung, Sabtu (21/9/29). * Foto Didin Sjafruddin

InBewara, Bandung – Sebanyak 610 orang peserta mahasiswa/i dari 815 mahasiswa baru diterima di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan (STIEPAS) Bandung. Kegiatan penerimaan mahasiswa tersebut dilaksanakan pada acara¬†“Pembukaan Kupas 2019 dan pelantikan mahasiswa baru 2019, di kampus STIEPAS Jl Turangga 37 -41 Bandung, Sabtu (21/9/29). Kegiatan tersebut mengambil tema “membudayakan perilaku kreatif mengatasi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif” .

Hadir pada acara tersebut. Ketua Umum Paguyuban Pasundan (PP), Didi Turmudzi, Sekjen PP, Dedi Hadian, Ketua Yayasan pendidikan Tinggi, Makbul Mansyur, Ali Anwar, Cece Suryana, Eden K Suardi, Atim Suparman, Abah Ruskawan, Soelaiman Sukmalana, Sidik Priadana para wakil Ketua STIEPas, Ketua Panitia PMB , para dosen, ketua Panitia Kupas.

Ketua STIEPas, Dudung Juhana mengatakan bahwa masalah yang kita hadapi saat ini, bahwa kita hidup di era revolusi industri ke empat yang dikenal era four point zero.

Dampaknya sama seperti era generasi industri sebelumnya yakni penemuan mesin uap, listrik, penemuan komputer yang menyebabkan pekerjaan diambil alih oleh mesin. Memang tidak bisa disangkal bahwa pekerjaan mesin memberikan hasil yang lebih cepat dan akurat, Contoh mesin tik ke komputer.

“Karenanya kita harus mengembangkan kemampuan ke arah paradigma baru. Kita harus memiliki mentalitas yang siap untuk mengelola perubahan (Change Management ) dalam arti senantiasa adaptif terhadap perubahan. Kita tidak lagi bermental hidup asal mengalir bahkan menyerah dan pasrah pada keadaan (Kumaha engke), tapi kita harus membiasakan diri untuk menetapkan visi kita di masa depan. Dengan menjawab pertanyaan Engke Kumaha. Yakinlah bahwa secanggih canggihnya alogaritma yang diciptakan oleh para ahli, alogaritma natural yang sudah ada pada otak manusia jauh lebih besar kapasitasnya”, Ujar Dudung.

Sementara Ketua Umum pengurus besar Paguyuban Pasundan (Pembina YPT Pasundan), Didi Turmudzi mengatakan. Apapun yang dikerjakan oleh kita harus punya semboyan “Lebih cepat lebih baik”.

Kemudian visi kita sebagai mahasiswa harus punya arah dan tujuan. Arah masa depan anda seperti apa, Saya ini masuk kelompok dimana, apa kelompok 1. Berfikir, 2. Tidak berfikir, 3. Teu mikir-mikir (pikiraneun). Kelompok pertama tentu kita harus mempunyai target saat masuk di perguruan Tinggi harus selesai sesuai target kuliah. Menulislah dari sekarang setiap hari satu paragraf untuk membiasakan diri menyelesaikan perkuliahan dan dilakukan dengan semangat dan focus untuk kuliah, insya Allah pasti bisa.

“Mahasiswa yang diterima di STIEPas merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena STIEPas ini dibawah suatu organsasi yang besar yaitu Paguyuban Pasundan yang usianya sudah mencapai 106 tahun, jadi anda sebagai mahasiswa baru masuk ke dalam suatu organisasi yang besar dan berpengaruh di Jawa Barat bahkan terkenal di tingkat Nasional bahkan sampai ke mancanegara”, Ujar Didi.

Ditambahkan bahwa mahasiswa sekarang harus unggul dengan memenangkan pertarungan di era global untuk mendapatkan peluang jadi tidak ada lagi jawaban mahasiswa harus mempunyai kemampuan

1. Ilmu yang tinggi, harus melebihi yang lain.
2. Memiliki karakter, (petarung) percaya diri.
3. Pantang menyerah, harus siap berani ngambil resiko
4. Mempunyai budaya bisnis, jadi harus menjadi pebisnis, apa saja bisa dilakukan sehingga bisa menghasilkan sesuatu target yang dicapai.
“Bagaimana membangun menjadi guru dan sampai menjadi guru. Dan juga diperlukan Efisiensi dalam tindakan yang dilakukan”, ujar Didi (DIN).*