52 Cabang Olahraga dan 5 Badan Fungsional mengikuti Bimbingan Teknis

Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi memberikan sambutan pada acara bimbingan teknis rencana anggaran cabang olahraga dan badan fungsional KONI Kota Bandung di Grand Tebu Hotel Jln Martadinata Bandung, Senin (18/11/19) foto Didin Sj.

InBewara, Bandung – Sebanyak 52 cabang olahraga dan 5 badan fungsional mengikuti acara bimbingan teknis rencana anggaran cabang olahraga dan badan fungsional KONI Kota Bandung yang diprakarsai Bidang Program dan anggaran serta seluruh Staf KONI Kota Bandung di Hotel Grand Tebu Jln. Riau Bandung, Senin (18/11/19).

Bahasan diberikan oleh ketiga nara sumber masing masing pertama Dr. Nuryadi dengan materi “kebijakan Pembinaan ke olahragaan KONI Kota Bandung, kedua oleh Yaya Sunarya, dengan materi,” Perencanaan Penganggaran KONI Kota Bandung, dan ketiga oleh Lius Risnuwanto dengan materi, “Penyusunan Proposal dan laporan Kegiatan Cabang Olahraga.”

Ketua panitia pelaksana Ibu Hj.Elly Harliani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata keseriusan dalam pembinaan, karena salah satu tugas dari Bidang perencanaan program dan anggaran adalah menyusun Pengajuan anggaran tahunan yang nantinya akan diteruskan oleh KONI Kota Bandung untuk diajukan kepada pemerintah kota Bandung. Adapun bahan dan acuannya dari masukan masukan program program dari cabang olahraga dan badan fungsional serta masukan masukan bidang yang ada di KONI Kota Bandung.

Adapun dalam bimbingan teknis ini adalah Perencaan program dan Anggaran kegiatan serta pelaporan hasil kegiatan dan laporan keuangan, dintaranya point apa saja yang harus disertakan dalam penyusunan program kegiatan yang nantinya akan dituangkan dalam proposal kegiatan yang akan disampaikan kepada KONI Kota Bandung.

Elly berharap dari acara ini dapat meningkatkan keseragaman point point program kegiatan cabor dan Badan fungsional sehingga dapat mempermudah KONI Kota Bandung dalam mendata dan memverifikasi program-program cabor sehingga dapat mengefektifkan dalam rangka pembinaan olahraga khususnya di Kota Bandung. Ujar Elly.

Sementara Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi mengatakan bahwa Kebijakan dalam pembinaan olahraga tentunya harus dimulai dari anak anak didik, mereka harus unggul dari yang lain yang ada di kab/ Kota Bandung, artinya harus unggul dari kab/ kota lainnya, unggul disegala bidang mereka harus melebihi diatas rata rata atlet atlet lainnya, bagaimana program yang diterapkan sehingga yang harus diperhatikan adalah proses pembinaannya bagaimana, itu yang menjadi perhatian semua cabor dalam mengelola anak anak didik kita, tidak mungkin untuk mencapai juara tanpa perjuangan dan mempersiapkan dengan matang, insya Allah kalau kita mempesiapkan dengan baik, maka kita harus memulai dengan segala sesuatu dengan proses , baik itu proses pembinaan maupun proses pelaporan , penyusunan targeting atlet , rencana anggaran keuangan serta monitoring untuk dibuat dalam ajuan proses
Yang sekaligus membuka acara bimbingan teknis rencana anggaran cabang olahraga dan badan fungsional KONI Kota Bandung .

Nuryadi juga mengingatkan bahwa Master plan harus dibuat , bukan untuk 5 tahun kedepan tetapi kalau kita mau bicara di tahun 2045 harus dibuat untuk jangka panjangnya tentu hal tersebut harus dibuat secara khusus mempersiapkan anak didik kita mulai tingkat anak anak SD, SMP, SMA hingga mencapai puncaknya sebagai atlet unggulan, maka harus dibuat blue printnya untuk masa yang panjang, tidak hanya Porda, PON tetapi Sea Games dan Asian games.

Angkat besi/angkat berat ini menjadi ikon menjadi nomor nomor unggulan Kota Bandung
Visinya jauh kedepan. Pemerintah kota Bandung sangat apresiasi dan antusias mendukung cabang olahraga yang ada di kota Bandung, mari kedepan cabang olahraga kita upayakan agar selalu andalan menjadi Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia dan even intetnasional Sea Games, dan Asian Games.

Kemudian tata kelola semua cabor berusaha menjabarkan misinya biar sesuai dengan arahan walikota Bandung, melalui Rena (Rencana Anggaran), dan Badan Audit Internal (BAI), menghormati suatu proses yang memang sudah dibuat dan direncanakan sehingga bisa diusulkan kepada pemerintah Kota Bandung, Pembinaan club di cabor yang memerlukan peralatan tentunya akan terpenuhi kebutuhannya dengan memperlihatkan pembinaan yang dibuat dengan rencana yang baik, melalui proses yang cukup panjang untuk kebutuhan peralatan ditahun sekarang ini baru bisa dipenuhi untuk sebagian cabor sehingga dengan anggaran , kurang lebih senilai 3,2 M untuk 29 cabor bisa terealisasi, yang lainnya sisannya bisa dalam kegiatan yang dikelola jalur Bapopsi, untuk tingkat SD, SMP, dan SMA yang tidak terlepas dari induknya,

Kemudian penigkatan SDM, ingin kedepannya, bisa sistem on line, maka kedepan laporannya juga bisa dilakukan dengan on line, Kompetisi, walikota Cup harus menjadi trend Kota Bandung, namun harus dikemas lebih baik lagi, Kesejahteraan, kota Bandung selalu memberikan kadeudeuh untuk insan olahraga yang bisa memberikan kontribusi untuk daerahnya. Diharapkan kedepan dalam pengajuan anggaran program kerja diupayakan dan dilaksanakan sesuai rencananya sehingga dalam momen sekarang bisa dijadikan acuan kedepan untuk trend yang normal jangan sampai pengajuan anggaran dilaksanakan di akhir .

Olahraga sekarang ini merupakan alat untuk Promosi untuk dibuat sinergitas dengan instansi lain, Pemerintah, masyarakat, yang pada akhirnya adalah kesejateraan yang kita harapkan bisa dicapai.

Kesejahteraan Tidak identik dengan bonus, tetapi kesejahteraan adalah harapan yang ingin dicapai semua insan olahraga kesejahteraan ingin benar benar bersih tidak ada ada kepentingan lainnya, kita bangun melalui cabang olahraga dengan sebaik baiknya Sehingga apa yang bisa kita berikan untuk kota Bandung, Adanya kecerdasan yang bisa membantu, bisa memberikan ide, memberikan motivasi. Sehingga bisa mendukung program pemerintah Kota Bandung, dalam mewujudkan clean goverment untuk mempertahankan predikat WTP, mempertahankan pengelolaan keuangan yang akuntable dan transparan untuk mewujudkannya ujar Nuryadi. (DIN).*.