Cimahi , InBewara,– Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Cimahi melaksanakan pengukuhan dan pelantikan secara resmi kepengurusan periode 2025–2029.
Kegiatan pengukuhan dan kepengurusan baru tersebut secara resmi dikukuhkan dalam pelantikan di Aula A Pemkot Cimahi, Sabtu (12/7/2025).
Momen ini tak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan basket Cimahi untuk kembali menorehkan prestasi di kancah Jawa Barat.

Ketua Umum Perbasi Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri, hadir langsung dalam pelantikan tersebut. Dirinya menaruh harapan besar kepada jajaran pengurus baru agar mampu membawa kejayaan basket Cimahi, terlebih menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
“Dengan pengurus baru, dengan ketua baru, saya berharap Cimahi memiliki pembaruan, khususnya di bidang organisasi dan juga prestasi,” kata Epriyanto kepada wartawan media usai pelantikan.
Dia mengatakan menegaskan, meski target prestasi menjadi ranah KONI dan pemerintah daerah, namun dorongan dari Perbasi Jawa Barat tetap kuat agar Cimahi mampu bersaing kembali.
Apalagi, secara geografis Cimahi sangat dekat dengan Bandung, kota yang selama ini mendominasi prestasi olahraga di Jawa Barat.
“Cimahi adalah kota yang paling dekat dengan Kota Bandung. Jangan semua prestasi hanya ada di Kota Bandung. Kota-kota penyangga pun harus ikut berprestasi,” tegasnya.
Menurut Epriyanto, Cimahi sebenarnya punya potensi besar, baik dari sisi fasilitas maupun materi atlet.
“Kalau dilihat dari fasilitas Kota Cimahi juga tidak kurang. Dari materi pemain juga, Cimahi punya banyak atlet yang bagus. Jadi bukan tidak mungkin Cimahi bisa bersaing di level atas,” ungkapnya dengan optimistis.
Bahkan, saat ini tim basket Cimahi untuk kategori 5 on 5 sudah masuk Divisi 1 Jawa Barat, yang menandakan level kompetitifnya sudah berada di papan atas.
“Tinggal apakah mereka nanti bisa masuk jajaran 1–3 atau 1–5, itu tergantung bagaimana ketua dan para pengurus membawa bola basket Cimahi ke depan,” tegasnya
Ketua Perbasi Kota Cimahi, Tresna Nur Ramdhani, yang baru saja dilantik, menyampaikan optimismenya terhadap formasi baru kepengurusan. Ia menyebut sekitar 90 persen jajaran pengurus kali ini merupakan wajah baru yang siap bekerja secara kolektif dan kolegial
“Ini tim, bukan lagi hanya bidang. Saya anggap ini tim saya untuk bekerja ke depan,” ucapnya.
Pihaknya berharap, bisa kembali melahirkan atlet-atlet basket Cimahi yang dulunya ikut berkontribusi untuk Jawa Barat,
Tresna menekankan bahwa tantangan besar saat ini terletak pada regenerasi atlet muda. Dirinya ingin fokus membina talenta muda sejak usia sekolah dasar hingga menengah atas.
“PR besar kita adalah pembibitan atlet. Kita harus mulai dari SD, SMP, sampai SMA. Tahun depan beberapa senior sudah selesai, jadi pembinaan harus segera dimulai,” jelasnya.
Saat ini, terdapat tujuh klub yang masih terdaftar di bawah naungan Perbasi Cimahi.
Namun Tresna berencana membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas maupun individu yang ingin mendirikan klub baru.
“Kita akan coba merangkul lagi, membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin membentuk klub basket di Cimahi,” katanya.
Ia mengakui bahwa animo masyarakat terhadap basket, terutama di kalangan pelajar, sangat tinggi.
“Di Cimahi, animo basket sudah mulai terasa dari tingkat SD. Terima kasih juga untuk dukungan sekolah, klub-klub, dan para orang tua yang mendukung basket di Cimahi,” katanya.
Meski begitu, Tresna tak menampik adanya hambatan lain di dunia basket Cimahi. Salah satunya adalah kurangnya pelatih berlisensi dan berkualitas
“Kita kekurangan pelatih yang betul-betul potensial. Ini ada grade-nya, C dan B. Ke depan, kita akan pikirkan upgrade untuk pelatih-pelatih yang ada di Cimahi,” jelasnya.
Dengan komposisi tim dan potensi yang ada saat ini, Tresna menargetkan Cimahi bisa menembus 10 besar basket Jawa Barat.
“Saya sampaikan mudah-mudahan tidak lepas dari 10 besar lah untuk Cimahi,” tandasnya.
***(DIN)
