Cimahi, InBewara,- Assosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ) Kota Cimahi selenggarakan Kompetisi sepak bola Soeratin U-13 & U-15 Piala Wali Kota Cimahi 2025 .
Kegiatan Kompetisi tersebut secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira di Gelanggang olahraga ( GOR) Stadion Sangkuriang Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Sabtu (12/7/2025).
Ajang ini diikuti berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Kota Cimahi.

Digelarnya kompetisi sepak bola Soeratin ini bukan hanya panggung sepakbola, tetapi juga panggung mimpi, cita-cita, harapan dan masa depan sepakbola Kota Cimahi.
Menurut Adhitia Yudisthira , legenda sepakbola lahir dari segala keterbatasan dari lapangan sederhana. Maka, meskipun dengan segala keterbatasan infrastruktur seperti di Kota Cimahi,
Dirinya berharap lewat kompetisi yang digelar tersebut dapat menghasilkan atlet luar biasa.
9Asalkan memiliki mental juara, yakni pemain harus menghargai dan menghormati lawan selain mencintai tim masing-masing.
“Saya titip di kompetisi Soeratin ini para pemain tetap jaga fair play, jaga sportifitas, bermain dengan aksi karena memainkan sepakbola itu bukan sekedar menggunakan kaki tapi juga harus menggunakan hati,” kata Adhitya.
Adhitia mengapresiasi Askot PSSI Kota Cimahi atas penyelenggaraan Kompetisi Soeratin ini sehingga membuatnya merasakan dua hal yang sangat penting.
Dengan digelarnya kompetisi hari ini membuat pihaknya merasakan dua hal penting, pertama dirinya merasakan bangga karena geliat sepakbola di Cimahi tidah pernah surut ditengah sejumlah keterbatasan. Kedua, pihaknya merasa optimis ternyata anak-anak disini luar biasa dan memiliki cukup harapan untuk memajukan industri sepakbola Kota Cimahi.
“Insya Allah, karena sepakbola ini bukan hanya bagian dari kategori cabang olahraga saja tetapi juga sepakbola disini jelas merupakan industri dan pemersatu masyarakat Kota Cimahi,” katanya.
Selain itu, Adhitya menegaskan jika pembinaan sepakbola ini tidak bisa hanya mengandalkan KONI sebagai induk dari cabang olahraga di Cimahi, akan tetapi membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
“Dalam konteksnya kolaborasi, kita menginginkan sinergitas pentahelix terjadi di Cimahi. Jadi ada orang yang resep (seneng), ada yang jago sepakbola ada juga yang philanthropist. Semua ini arus bisa di mix disini, Insya Allah moal parasea (tidak akan berkelahi), karena masing-masing punya sense yang berbeda,” ungkapnya.
Sementara, Care taker Askot PSSI Kota Cimahi, Sutisna Suwirya menyebut terkait pelaksanaan Kompetisi Soeratin ini adalah sebuah keharusan karena memang sudah diagendakan oleh pusat.
Ya, kompetisi ini sudah diagendakan, karena itu apabila Asosiasi kabupaten atau kota tidak melaksanakannya tentu kedepannya tidak dapat mewakili Cimahi di tingkat Asprov Jabar,” katanya.
Sutisna bersyukur, meskipun dengan waktu yang sangat singkat Kompetisi Soeratin ini dapat dilaksanakan.
“Meski waktunya sangat mepet, tetapi selama 3 bulan ini saya menjabat Care Taker, kompetisi ini dapat terselenggara. Catatan kami juga melihat potensi sepakbola Cimahi ini luar biasa, tinggal digali saja,” katanya.
Ketua Umum Koni Kota Cimahi, Aris Permono mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi yang mana sangat mendukung penuh kompetisi ini hingga terlaksana dengan lancar dan aman .
“Dedikasi dari Bapak Wali Kota dan Wakil, juga rekan-rekan Askot PSSI mulai dari tingkat Jawa Barat hingga tingkat Kota Cimahi saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya yang luar biasa bagi prestasi sepakbola Kota Cimahi,” tegas Aris.
***(DIN)
