Cimahi InBewara – Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga ( Disbudparpora) kota Cimahi melaksanakan kunjungan monitoring dan Evaluasi ( Monev) ke Komite Olahtaga Nasional ( KONI) kota Cimahi tentang penggunaan dan pemakaian dana hibah anggaran 2025 dan rencana persiapan Porprov XV 2026.
Kegiatan Monev Disbudparpora ini dilaksanakan di kantor KONI kota Cimahi, Jln. Encep Kartawiria , Kota Cimahi, Kamis (29/1/2026).
Kadisbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani. mengatakan bahwa monev yang dilaksanakan jajaran Disbudparpora Kota Cimahi, yang utama adalah Silaturahmi untuk sinergitas diantara lembaga/organisasi dengan pemerintah dan yang penting adalah amanah dari peraturan walikota ( perwal) No 50 tahun 2022 tentang hibah. Tujuannya, adalah untuk mengevaluasi sampai sejauh mana penggunaan anggaran 2025 yang diberikan kepada KONI dalam penggunaannya dan persiapan anggaran yang akan dilakukan KONI di 2026.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota ( Pemkot) Cimahi melalui Disbudparpora sebagai pengampu/ pengambil keputusan yang memberi dana hibah dan KONI sebagai pelaksana untuk pelaku olahraga prestasi sebagai penerima dana hibah tentu secara administrasi harus melaporkan pertanggung jawabannya pada akhir tahun.
Dikatakan Pemkot/Disbudparpora berupaya bersinergi dengan KONI bagaimana kedepan bisa meningkatkan prestasi olahraga di Cimahi bisa menjadi lebih baik,” ungkapnya
“Dirinya sangat optimis usai menerima hasil paparan yang disampaikan KONI dan dari para unsur pimpinan KONI terkait dimana laporan penggunaan anggaran 2025 dan rencana kerja 2026 dalam menghadapi Porprov XV 2026 mendatang” ungkapnya
Dani sangat mengapresiasi dan sependapat adanya percepatan informasi dari KONI terkait percepatan fasilitas sarana olahraga yang digagas oleh KONI mengenai bantuan pengembangan sehingga tidak tertinggal oleh daerah lain.
Disbudparpora mengapresiasi dengan dengan kemajuan KONI sekarang dengan maping dan target 30 mendali di 2026, sehingga bonus bisa terprediksi pada Porprov XV 2026, hal ini sangat membantu Disbudparpora dan ini menjadi keinginan dari pemerintah Kota sementara kota/kabupaten lain yang menjadi focus adalah atlet dan pelatih, KONI Cimahi mengusulkan selain pelatih, atlet ditambah manajer dan official
Pihaknya berharap agar KONI selalu memonitor dengan cabor-cabor yang ada di wilayah walaupun dengan keterbatasan sarana prasarana namun sinergitas dan kolaborasi dengan teman-teman di wilayahnya tetap dilakukan koordinasi dengan lebih baik lagi,”tegasnya
Sementara Ketua KONI Kota Cimahi, Aris Permono mengatakan Dirinya mengucapkan banyak terima kasih bisa bersilaturahmi dan sharing informasi dalam rangka monev yang dilakukan Kadisbudparpora, Dani Bastiani bersama Kabid olahraga, Erwandi S. Sos, Kasi Olahraga, Ari. F. Harist dan Penyuluh, Odilia. Tentunya monev yang dilakukan Disbudparpora merupakan aturan yang tertuang di dalam perwal.
Oleh karena itu , harus dilakukan sebaik-baiknya untuk mengecek apa yang menjadi kebutuhan KONI dan apa yang sudah dilakukan KONI.
“Pertama untuk mengetahui sejauh mana penggunaan anggaran, kemudian anggaran yang dibutuhkan .Walaupun kenyataannya di lapangan memang anggaran itu sangat jauh perbedaan yang diharapkan .Tetapi KONI Kota Cimahi tetap memanfaatkan dan mengoptimalkan anggaran yang diberikan dan disesuaikan dengan kebutuhan yang menjadi prioritas.Sehingga, adanya monev ini sudah memprediksi kedepan apa yang dilakukan KONI sesuai aturan dan regulasi yang ada,” ungkap Aris
Sekarang ini KONI cukup berat anggaran yang diterima dengan jumlah cabor yang bertambah dengan target 30 mendali emas ,sehingga banyak yang dibahas untuk memutar mana yang menjadi skala prioritas.
Kantor KONI sudah 6 tahun kontrak/sewa dan cukup menyedot anggaran hibah yang digunakan KONI
KONI berupaya untuk mendapatkan bantuan dari kementerian atau BUMN seperti di Majalengka dapat fasilitas sarana pembangunan kantor. KONI sudah menyampaikan ke walikota dan sudah sepakat untuk segera ditindak lanjuti. Kadisbudparpora dan KONI untuk sama-sama bisa bersinergi dan kolaborasi dengan pihak kementerian atau BUMN atas tindak lanjut tersebut.
Aris juga mengapresiasi dukungan nyata pemerintah Kota Cimahi terhadap dunia olahraga khususnya olahraga prestasi.
Salah satu bentuk perhatian itu dengan ditunjukkan dengan kebijakan Walikota Cimahi yang mengalihkan rencana pembangunan rumah dinas demi penguatan anggaran olahraga.
“Ini bukti bahwa pemerintah daerah benar-benar berpihak kepada prestasi olahraga. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami dan kami KONI bisa menerima sepenuhnya,
KONI tetap harus kreatif bisa mencari dari yang lain, bila ada lampu hijau untuk mendapatkan , tentunya bisa disampaikan kepada walikota dan kadisbudparpora untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam tindak lanjutnya.
Pihaknya berharap sebagaimana yang telah didiskusikan bahwa regulasi titik akhirnya tentu menjadi harapan semua insan olahraga dimana mereka para atlet, KONI dan Pemerintah Kota agar bisa berprestasi olahraga di Cimahi semakin maju dan terus berprestasi di Porprov XV 2026,” Tegas Aris.
Ketua II bidang pembinaan dan prestasi, Roni M.Rizal mengatakan bahwa hasil rekapitulasi perolehan mendali di BK Porprov XV 2025, KONI Cimahi mendapatkan 33 emas, 45 perak dan 49 perunggu
Dikatakan tantangan utama adalah mengubah raihan mendali perak menjadi emas , hal ini mengindikasikan perlunya penguatan mental dan pisik, rekomendasi prioritas 2026 intervensi khusus fokus dan peningkatan fisik, psikologi dan fisioterapi bagi para peraih mendali.
“33 mendali emas modal utama yang wajib diamankan, 45 mendali perak menjadi potensi emas untuk ditingkatkan, 49 mendali perak bukti daya saing atlet berkompetitif, jadi 127 mendali di BK Porprov XV 2025 menjadi modal kuat dan gambaran peta kekuatan kontingen kota Cimahi menjadi Babak Utama di Porprov XV 2026,” ungkapnya
Pihaknya menetapkan proyeksi 2026 ini menatap target besar dengan 127 mendali di BK Porprov XV 2025, tantangan utamanya adalah memaksimalkan perolehan di Babak Utama Porprov XV 2026 dengan mengirimkan 50 cabor, 573 atlet, 110 pelatih, 127 offisial dan 55 manajer,” tegas Roni yang juga sebagai dosen di STKIP,
Bidang Penganggaran KONI, Richard Nikolas Aplugi menyampaikan apa yang di paparkan itulah hasil kerja nyata, tujuannya untuk memperbaiki data base yang akan dipakai di 2026. Apa yang sudah disepakati tentunya tidak luput dari kebutuhan yang terkait dengan anggaran dan penyediaan dananya.
Sehingga dalam membuat pertanggung jawaban yang telah disampaikan, itu ada dua dokumen yang sudah diserahkan pertama dokumen pergeseran yang mendukung dokumen laporan pertanggung jawaban peggunaan dana hibah 2025, dilaporan ini formatnya sudah disesuaikan dengan apa yang tertuang di dalam perwal, tujuannya bahwa buku tersebut menjadi panduan pemeriksaan BPK, karena di dalam buku sudah ada nomor bukti yang mereka bisa telusuri
Hal ini dicantumkan karena sifatnya pemeriksaan ketika mencari sesuatu sebaiknya segera harus diselesaikan .
Apa yang sudah disampaikan di 2025, ada beberapa kegiatan yang dilakukan terkait monev selama BK, ditemukan dilapangan bagaimana mengenai kebutuhan di 2025 bisa diantisipasi di 2026.
Terhadap kualitas pertanggung jawaban setiap transaksi dengan penggunaan anggaran itu harus di administrasikan dalam bentuk BKU, sehingga ketika ada pemeriksaan BPK, bisa memberikan penjelasan hal-hal yang diperlukan BPK,
Tentunya dampak dari apa yang disampaikan untuk mempersiapkan di 2026 bisa dilihat dengan kontingen KONI yang cukup besar, dengan jumlah hari yang signifikan bagaimana mempersiapkan yang dibiayai sangat meningkat kebutuhannya
“Ketika ada pemeriksaan BPK bisa menghasilkan apa dan manfaatnya dan pengajuan pelaporan ini bisa mempermudah BPK dalam periksaan pelaporan,” tegas Richard.
(Din)
