Program Peningkatan Pemahaman Masyarakat Untuk Meningkatkan Pemenuhan Gizi Balita

Ketua pelaksana pengabdian masyarakat pemula STIEPAS, Dr. Irena Larashati, S.MB.,MM bersama Ketua Posyandu Flamboyan RW 11 Kelurahan Turangga, Ibu Yeti Suryati usai menandatangani kerjasama serah terima aset dan pemberian pengobatan masyarakat pemula di RW 11 Kelurahan Turangga Kecamatan Lengkong, Bandung , Kamis (21/9/2023). foto : Shana

Bandung, InBewara,- Tim Pengabdian kepada Masyarakat ( PKM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan (STIEPAS) yang diketua Dr. Irena Larashati, S.MB.,MM, telah melaksanakan pengabdiannya berupa peningkatan pemahaman masyarakat terhadap peningkatan gizi balita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan
Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat STIE Pasundan dalam
Program Pemberdanaan Kemdikbudristek Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat 2023 di RW 11 Kelurahan Turangga Kecamatan Lengkong, Bandung , Kamis (21/9/2023).

Ketua pelaksana pengabdian masyarakat pemula STIEPAS, Dr. Irena Larashati, S.MB.,MM menyampaikan
bahwa status gizi balita adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Gizi merupakan hal penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Apabila status gizi balita tidak tercukupi, maka dapat terjadi komplikasi pada kesehatannya.

“Misalnya anak menjadi cepat lelah karena kurang energi, gangguan pada otak dan lain-lain. Hal ini jika terjadi secara terus-menerus akan menjadi masalah yang serius terutama pada status gizi balita,” kata Irena.

Dibedakan antara status gizi baik, kurang dan buruk yang diukur dengan menggunakan salah satu indeks antropometri yaitu indeks berat badan menurut umur (BB/U).

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi balita di Posyandu RW 11 Kelurahan Turangga Kecamatan Lengkong, Bandung

Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan mengadakan survey. Populasi penelitian ini adalah balita usia 0-59 bulan dengan sampel sebanyak 44 balita. Responden dalam penelitian ini adalah ibu dari balita posyandu RW11 yang menjadi sampel penelitian.

Berdasarkan pengukuran antropometri dengan indikator berat badan menurut umur (BB/U) didapatkan hasil balita dengan status gizi baik sebanyak 28 orang (63,6%), gizi kurang sebanyak 15 orang (34,1%), dan gizi buruk sebanyak 1 orang (2,3%).

Untuk mencegah terjadinya permasalahan status gizi pada balita dapat dilakukan upaya seperti pemberian informasi tentang nutrisi yang baik bagi balita, pemberian makanan tambahan pada balita yang status gizinya kurang dan penyuluhan mengenai stunting dan persiapan mpasi yang tepat untuk anak dan balita.

Pihanya juga menyerahkan aset hibah pemberdanaan kemdikbudristek dari tim pelaksana (stiepas) ke posyandu flamboyan RW 11 dan pembagian bahan proses produksi sebagai bahan proses untuk inovasi dalam memenuhi gizi balita,

Pada kesempatan yang sama Ketua Posyandu Flamboyan RW 11 Kelurahan Turangga, Ibu Yeti Suryati menyampaikan bahwa pelaksanaan penandatangan serah terima aset hibah kemdikbudristek dari tim pelaksana pengabdian (STIEPas) ke posyandu flamboyan RW 11 berjalan baik , lancar , sukses dan aman.

Dikatakan bahwa Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, dan pemeliharaan kesehatan. Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal.

“Sangat mendukung kegiatan ini dan terima kasih atas pemenuhan permintaan kebutuhan aset teknologi dan bahan proses produksi untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemenuhan gizi balita,” kata Ibu Yeti.

**/(DIN)