Dengan Syukur Ketaqwaan Kita Kembali ke Fitrah, Hikmah dari Bersilaturahmi

https://www.inbewara.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_20250322_203610.jpg

Bandung, InBewara, Ikatan Alumni ( IKA) SDN 008 Mohammad Toha sejak dilantik Minggu ( 23/2/2025) melaksanakan aktivitas perdananya dengan melaksanakan buka puasa bersama dan tausiyah Ramadhan 1446 H .

Kegiatan tersebut mengambil tema “hikmahnya bersilaturahmi” dengan ustad Kang Dany Gumilar (Java jive) dilanjut dengan dan membagikan takjil berabe (berbagi Nasi berkah) di depan SD Moh.Toha Jln.Moch Toha Bandung, Jumat (21/3/2025).

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Sekolah SDN 008 Moch Toha , ibu Mira dan para alumi juga mendapat didukung dari TV Harmoni.com , bursa Sajadah, bolu pisang ibu wita,

Ketua IKA SDN 008 Moch Toha, Andini Putri mengatakan bahwa untuk kali pertama sejak kepengurusan IKA 008 SDN Moch Toha ini terbentuk alhamdulillah kegiatan pertama berjalan sukses lancar dan aman ,yang sebelumnya menjenguk alumni yang sakit dengan pemberian kadeudeuh sebagai tanda silaturahmi,” katanya

Dikatakan kegiatan kegiatan kedepan tentunya akan dipersiapkan lagi dengan program lainnya apa itu berbentuk sosial, pemberian kepada yatim piatu atau pembangunan masjid.

“Tentu hal ini disesuaikan dengan alokasi lainnya dengan anggaran yang dikelola,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk alumni dan masyarakat yang membutuhkan sehingga rasa solidaritas diantara sesama insan apalagi ini dibulan Ramadhan yang penuh berkah bisa menjadikan pahala yang berlimpah Aamiin yra, ” tegas Andini.

Sementara ustad Dani Gumilar yang juga sebagai mantan vokalis grup band Java Jive terkenal di era 90 menyampaikan tausiahnya dengan tema”hikmahnya bersilaturahmi”

Menurutnya yang dirindukan dari taqwa adalah kedamaian, keberkahan, dan ketenangan hati. Taqwa mendekatkan seseorang kepada Allah, membuat hidup lebih terarah, serta membawa kebahagiaan sejati. Orang yang bertakwa selalu merindukan ampunan, rahmat, dan ridha-Nya, serta berharap dipertemukan kembali dengan orang-orang saleh di dunia dan akhirat,” katanya

Selain itu adanya Fitrah yaitu keadaan alami atau kesucian yang diberikan Allah kepada setiap manusia sejak lahir. Secara bahasa, fitrah berasal dari kata “fathara” yang berarti menciptakan atau membawa sesuatu dalam keadaan baru. Dalam Islam, fitrah sering dikaitkan dengan kesucian jiwa, kecenderungan untuk mengenal dan menyembah Allah, serta nilai-nilai kebaikan yang sudah tertanam dalam diri manusia.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jadi, fitrah adalah potensi kebaikan yang ada dalam diri manusia sejak lahir, namun lingkungan dan pengalaman hidup bisa mempengaruhi apakah seseorang tetap berada di atas fitrahnya atau menyimpang darinya.

Orang yang bertakwa adalah mereka yang selalu berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Ciri-ciri orang yang bertakwa banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis, di antaranya:

• Beriman kepada Allah dan Hari Akhir – Mereka yakin bahwa kehidupan dunia sementara dan selalu mengingat kehidupan akhirat. (QS. Al-Baqarah: 2-3)
• Menjalankan Salat dengan Khusyuk – Salat adalah bukti hubungan dekat mereka dengan Allah. (QS. Al-Baqarah: 3)
• Mencintai dan Mengamalkan Al-Qur’an – Mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
• Dermawan dan Peduli kepada Sesama – Mereka gemar bersedekah dan membantu orang lain. (QS. Al-Baqarah: 3)
• Menahan Amarah dan Memaafkan Orang Lain – Mereka sabar dan tidak mudah tersulut emosi. (QS. Ali Imran: 134)
• Menjaga Diri dari Perbuatan Dosa – Mereka selalu berusaha menjauhi maksiat, baik terang-terangan maupun tersembunyi. (QS. Al-A’raf: 201)
• Selalu Bertaubat dan Memohon Ampunan – Jika melakukan kesalahan, mereka segera kembali kepada Allah. (QS. Ali Imran: 135)
Orang-orang bertakwa dijanjikan surga oleh Allah, seperti dalam QS. Ali Imran: 133:
“Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang bertakwa.”

Bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari? yiatu : mensyukurinya jadi
bersyukur adalah salah satu kunci ketakwaan dan kebahagiaan dalam hidup. Dalam Islam, syukur bukan hanya sekadar ucapan “Alhamdulillah”, tetapi juga mencakup tiga aspek utama:
• Syukur dengan Hati – Menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah dan merasa cukup dengan apa yang diberikan-Nya.
• Syukur dengan Lisan – Mengucapkan pujian dan rasa terima kasih kepada Allah serta tidak mengeluh terhadap takdir-Nya.
• Syukur dengan Perbuatan – Menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk kebaikan, seperti bersedekah, membantu orang lain, dan menjalankan ketaatan.
Allah berjanji dalam QS. Ibrahim: 7:
“Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian, tetapi jika kalian kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

“Dengan bersyukur, hati menjadi lebih tenang, hidup lebih berkah, dan kita semakin dekat dengan Allah. itulah diakhir tausiahnya ,” tegas Ustad Dany Gumilar

**”(DIN).