Pencarian Atlet Muda Muaythai Melalui Cimahi Bukbek Jadi Ajang Sosialisasi, Pemkot dan KONI Tunggu Prestasi di Porprov 2026

Atlet Muaythai kota Cimahi saat berlaga jelang Porprov 2026 melalui Cimahi bukbek piala Walikota Cimahi yang dilaksanakan di GOR Sangkuriang, Jalan Sangkuriang No.13, Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Minggu (19/4/2026).

Cumahi InBewara,- Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai Indonesia Kota Cimahi kembali menggelar ajang “Cimahi Bukbek” volume kedua Kejuaraan Muaythai Piala Walikota Cimahi bagi anak-anak muda yang hobi dengan olahraga beladiri seperti Muaythai, terutama bela diri Mixed Martial Arts, (MMA), yang lagi digandrungi di kalangan masyarakat Indonesia

Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung di Kota Bekasi pada November mendatang yang dilaksanakan di GOR Sangkuriang, Jalan Sangkuriang No.13, Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Minggu (19/4/2026).

‎Ketua Pengcab Muaythai Indonesia Kota Cimahi, Deddy Supriadi, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang uji tanding bagi para atlet, tetapi juga sarana untuk memperluas pengenalan olahraga muaythai kepada masyarakat.



‎“Program ini kami siapkan untuk mematangkan atlet-atlet Cimahi yang telah lolos babak kualifikasi Porprov. Selain itu, kami ingin mendorong animo masyarakat agar semakin banyak yang tertarik dan berpartisipasi dalam olahraga ini,” kata Deddy.

‎Dirinya mengungkapkan, penyelenggaraan volume kedua menunjukkan peningkatan antusiasme yang signifikan. Jika pada edisi pertama diikuti sekitar 80 fighter, kini jumlah peserta mencapai 120 orang.

‎“Alhamdulillah, terjadi peningkatan yang cukup besar dan signifikan. Mudah-mudahan ke depan, pada volume berikutnya, jumlah peserta bisa terus bertambah,” ungkapnya.

‎Mayoritas peserta berasal dari wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi. Namun, ajang ini juga menarik minat atlet dari luar daerah seperti Subang dan Ciamis, yang menandakan semakin luasnya jangkauan kompetisi tersebut.

‎Dari sisi teknis, Deddy memastikan bahwa kualitas penyelenggaraan tetap dijaga dengan standar tinggi. Seluruh pertandingan menggunakan wasit dan juri bersertifikasi, ring standar nasional, serta aturan resmi muaythai.

‎“Kami menggunakan wasit dan juri yang memiliki lisensi resmi, ring standar nasional, serta rule of game sesuai ketentuan muaythai yang berlaku,” tegasnnya.

‎Dalam kesempatan itu, Deddy juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak ragu mendukung anak-anak mereka berlatih muaythai. Ia menegaskan bahwa olahraga ini aman, terutama di level amatir yang dilengkapi perlindungan seperti body protector.

‎“Selama ini masih ada anggapan bahwa muaythai adalah olahraga ekstrem. Padahal, untuk level amatir, seluruh pertandingan dilengkapi dengan body protector sehingga aman bagi atlet,” ujarnya.

‎Ia pun mendorong generasi muda untuk memanfaatkan olahraga sebagai sarana pengembangan diri.

‎“Kami mengajak anak-anak muda untuk berlatih dan berkembang bersama. Melalui olahraga, kita tidak hanya mendapatkan kesehatan, tetapi juga disiplin serta kemampuan untuk menjaga diri,” tegasnya.

***(DIN)