Liga Pelajar Basket Cimahi Jadi Cikal Bakal Pembinaan Atlet Muda

Caption Bidang Olahraga Disbudparpora, Erwandi S.Sos, memasukkan bola ke dalam ring tanda diresmikannya liga pelajar Bola basket Kota Cimahi di GOR Sangkuriang, Cimahi, Minggu , (1/2/2026).Foto : Humas KONI

Cimahi, InBewara – Keceriaan ratusan pelajar Kota Cimahi mewarnai pembukaan Liga Pelajar Bola Basket yang digelar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Cimahi.

Riuh sorak dukungan dari para pendukung masing-masing sekolah menandai tingginya antusiasme peserta dalam kompetisi yang digadang-gadang menjadi cikal bakal pembinaan atlet basket usia dini di Cimahi.

Kegiatan Liga Pelajar tersebut berlangsung di GOR Sangkuriang, Cimahi, Minggu (2/2/2026).

Ketua Perbasi Kota Cimahi, Tresna Nur Ramdhani, menjelaskan bahwa Liga Pelajar 2026 merupakan turnamen basket pelajar pertama yang secara resmi diselenggarakan oleh Perbasi Kota Cimahi.

Turnamen ini diikuti oleh 26 tim pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) se-Kota Cimahi. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Februari 2026, dengan memperebutkan Piala Perbasi Kota Cimahi.

“Ini liga pelajar pertama di Kota Cimahi yang diselenggarakan oleh Perbasi Kota Cimahi, dan diikuti oleh 26 tim SD, SMP, dan SMA se-Kota Cimahi,” kata Tresna.

Pertandingan menggunakan format 5 lawan 5 dan dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Setiap kategori—SD, SMP, dan SMA—memiliki klasemen dan juara masing-masing, sehingga peserta bertanding secara berimbang sesuai kelompoknya.

“SD lawan SD, SMP lawan SMP, SMA lawan SMA. Jadi ada kelompoknya masing-masing,” ungkapnya

Dalam hal komposisi pemain, Tresna menuturkan bahwa panitia tidak membatasi usia secara ketat. Peserta yang mewakili sekolahnya diperbolehkan bermain meski berasal dari tingkat kelas yang berbeda, selama masih berada dalam jenjang pendidikan yang sama. Tim juga bersifat campuran putra dan putri.

“Kita tidak melihat usia, tapi dia membawa nama tim sekolahnya. Jadi campur, ada putra dan putri,” katanya.

Tresna mengakui, sebagai penyelenggaraan perdana, tantangan utama terletak pada kekhawatiran minimnya partisipasi serta keterbatasan dukungan sponsor. Namun, koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan Dinas Pendidikan wilayah VII Jawa Barat membantu menyebarluaskan informasi kepada sekolah-sekolah.

“Awalnya kami khawatir peminatnya sedikit, tapi alhamdulillah setelah koordinasi dengan Disdik Kota Cimahi dan Disdik wilayah VII, pesertanya cukup banyak,” ungkapnya.

Terkait penghargaan, turnamen ini memperebutkan Piala Perbasi Kota Cimahi untuk masing-masing kategori juara 1, 2, dan 3 di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Ke depan, pihaknya berharap Liga Pelajar Basket Cimahi dapat menjadi agenda rutin tahunan. Bahkan, ia membuka peluang penyelenggaraan lebih dari satu kali dalam setahun guna memperluas jangkauan pembinaan.

“Harapan kami, ke depan akan semakin banyak sekolah yang ikut. Ini akan menjadi kalender tahunan Perbasi Kota Cimahi, bahkan mungkin bisa dua atau tiga kali dalam setahun,” katanya.

Untuk sementara, Liga Pelajar ini masih dikhususkan bagi siswa-siswi yang bersekolah di Kota Cimahi dan belum dibuka untuk lintas daerah. Peserta berasal dari tim sekolah, umumnya dari kegiatan ekstrakurikuler basket, tanpa melalui proses seleksi khusus dari Perbasi.

“Sekolah membawa nama sekolahnya, biasanya dari ekstrakurikuler,” tegasTresna.

Ketua Umum Perbasi Provinsi Jawa Barat, Epri Kasmuri, menilai Liga Pelajar memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pembinaan atlet basket yang berkelanjutan.

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang awal untuk menyiapkan regenerasi atlet daerah.

“Yang pertama pasti saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Perbasi Kota Cimahi. Lalu kedua juga terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang sudah memfasilitasi, karena ini Liga Pelajar,” kata Epri

Dia menjelaskan, secara struktural Liga Pelajar memang berada di bawah Dinas Pendidikan, namun pelaksanaannya tetap harus dikoordinasikan dengan Perbasi sebagai induk organisasi cabang olahraga basket. Sinergi tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet berjalan selaras antara sektor pendidikan dan olahraga prestasi.

“Saya mengapresiasi dan mudah-mudahan ini adalah langkah awal untuk Cimahi semakin maju untuk dunia bola basket,” kata Epri.

Dari sisi potensi atlet, Epri melihat peserta yang hadir menunjukkan kualitas yang menjanjikan. Kehadiran atlet dari berbagai jenjang pendidikan memperlihatkan bahwa Cimahi memiliki basis pembinaan yang cukup luas.

“Saya lihat dari pembukaan, pesertanya dari mulai tingkat SD sampai dengan SMA. Bibit-bibitnya cukup banyak yang bagus. Mudah-mudahan ini menjadi bekal supaya Cimahi ke depan semakin bergairah lagi di dunia bola basket,” katanya.

Epri juga menyampaikan harapannya agar prestasi basket Cimahi dapat meningkat secara konkret di level kompetisi yang lebih tinggi. Ia menargetkan Cimahi mampu menembus Divisi 1 dan setidaknya berada di lima besar.

“Harapan saya, Kota Cimahi harus masuk Divisi 1 dan minimal masuk lima besar untuk Divisi 1, insyaallah di 2026,” tegasnya

Sementara Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudhistira sambutannya dibacakan Disbudparpora Bid.Olahraga, Erwandi S.Sos mengatakan sangat mengapresiasi setinggi tingginya kepada Perbasi kota Cimahi yang secara konsisten menghadirkan liga pelajar bola basket se kota Cimahi.

Hal ini bukan sekedar kompetisi, tetapi sebuah investasi jangka panjang bagi pembinaan karakter generasi muda kota Cimahi, sebagai Wakil Walikota yang mencintai bola basket, Dirinya merasa bangga melihat semangat, energi dan antusiasme anak-anak muda kota Cimahi yang hari ini berkumpul.

Lapangan bola Basket bukan hanya bertanding, tetapi juga untuk ruang belajar tentang prinsip-prinsip dasar kehidupan , kapan harus menahan bola, mengatur ritme penyerang dan bertahan, kapan harus passing bola kepada rekan satu tim , dan patuh-patuh ke arah ring

Pemerintah Kota Cimahi,berkomitmen mendukung pembinaan Olahraga termasuk bola basket sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul,sehat dan berdaya saing.

Kami ingin melihat dari lapangan-lapangan bola basket, inilah lahir atlet-atlet hebat pemimpin masa depan dan generasi yang menjunjung nilai kebersamaan.

Kepada para pelatih, guru pendamping, titip pesan bimbinglah anak-anak ini, bukan jadi pemain yang kuat tetapi juga jadi pemain yang berkarakter

Tunjulkan kemampuan terbaik menang dengan kerendahan hati, Kalah dengan terhormat, karena pada akhirnya yang penting bukan siapa yang membawa piala, tetapi siapa pulang dengan nilai dan ibadah hidup.

Jadikan ajang ini perayaan, persahabatan, kebersamaan dan sportifitas,” tegasnya