Jakarta, InBewara,- Cabang olahraga Sepak Takraw ( Persatuan Sepak Takraw Indonesia ), Jawa Barat gagal mempersembahkan satu pun medali pada ajang dan gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII di 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di ibukota Jakarta pada Sabtu (1/11/2025) hingga Senin (10/11/2015).
Pemerhati Sepak takraw kota Cimahi, Asep Purwantoro, mengatakan hasil yang dicapai pada Popnas XVII ini menjadi sorotan serius mengingat Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan tradisi prestasi kuat di ajang nasional, termasuk di cabang-cabang olahraga beregu.
Dikatakan Multi event Popnas XVII 2025 ini mempertandingkan 23 cabang olahraga, diikuti 38 provinsi, dengan melibatkan 5.167 pelaku olahraga.
Event yang digelar dua tahunan ini menjadi wahana evaluasi pembinaan prestasi pelajar, termasuk hasil program sentra pembinaan olahraga berbakat serta sekolah olahraga di berbagai daerah.
Kontingen Jawa Barat yang sebelumnya tampil dominan sebagai juara umum POPNAS 2015, 2017, dan 2019, kali ini hanya menempati peringkat keempat dengan raihan 39 emas, 46 perak, dan 61 perunggu, berada di bawah DKI Jakarta (juara umum), Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Cabang olahraga Sepak Takraw menjadi salah satu sorotan terbesar mengingat Jawa Barat pulang tanpa satu pun medali. Padahal, nomor pertandingan yang dipertandingkan cukup banyak, yaitu Double Event, Quadran, Inter Regu, dan Tim Regu dengan total 24 medali.
Dengan komposisi 12 atlet putra, 5 atlet putri, dan 2 pelatih, hasil tanpa medali ini disebut sangat mengecewakan dan memunculkan banyak pertanyaan terkait proses pembinaan.
“Kegagalan ini bukan kejadian tiba-tiba. Dalam satu dekade terakhir, pembinaan sepak takraw Jawa Barat dinilai berjalan stagnan. Evaluasi kompetisi berjenjang seperti kejurda atau kompetisi rutin jarang dilakukan.Pembinaan lebih banyak bergantung pada ajang pemerintah seperti POPDA dan PORPROV. XV 2026,” kata Asep yang pernah menjabat sebagai Ketua PSTI Cimahi dan Sekretaris PSTI Jabar .
Menjelang Babak Kualifikasi (BK)PORPROV Jabar 2025 pada 28-30 November 2025 mendatang di Kostrad Cilodong, Depok, fenomena lain diprediksi akan muncul: banyaknya atlet pindahan dari luar daerah yang tiba-tiba memperkuat kabupaten/kota di Jawa Barat.
Hal ini menjadi indikasi bahwa pembinaan atlet lokal memang tidak berjalan optimal.
” Kegagalan total di POPNAS XVII 2025 menjadi sinyal bahwa Pembinaan Prestasi Sepak Takraw Jawa Barat tidak berjalan. Secara organisasi,” ungkap Asep saat wawancara dengan wartawan media melalui whatapp.
“Pengurus Pengprov PSTI Jabar dinilai ada secara struktur, tetapi minim dalam program dan tidak menunjukkan aktivitas pembinaan nyata. Situasi ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jawa Barat agar kejadian serupa tidak terulang pada ajang nasional berikutnya,” tegas Aspur panggilan akrabnya.
Adapun Cabor Sepak Takraw yang meraih mendali adalah Jawa Tengah: 2 emas , 1 perak , 1 perunggu , Riau: 2 emas, 0 perak , 0 perunggu ,Sulawesi Selatan: 1 emas , 2 perak, 1 perunggu, Gorontalo: 1 emas, 0 perak, 0 perunggu, DKI Jakarta: 0 emas, 3 perak, 2 perunggu, Jawa Timur: 0 emas, 2 perak, 1 perunggu , Kepulauan Riau: 0 emas ,1 perak, 1 perunggu, DIY: 0 emas, 1 perak, 0 perunggu , Sulawesi Tengah: 0 emas, 1 perak, 0 perunggu , Jawa Barat: 0 emas, 0 perak, 0 perunggu.
***(DIN)
