Bandung , In-Bewara– Tim peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin kerja sama dengan Club Bola Basket Bandung Utama dan Club Bola Basket Scorpio Bandung dalam pengambilan data penelitian untuk mendukung pengembangan sport science dalam pembinaan atlet bola basket usia muda.
Kegiatan pengambilan data tersebut telah dilaksanakan pada Mei 2026 dengan melibatkan atlet berusia 10–16 tahun.
Tim peneliti UPI terdiri atas Masayu Rizka Risjanna, Patriana Nurmansyah Awwaludin, Ilham Truly Fajri, dan Hadiat Aliansyah. Lukmannul Haqim Lubay, Novrizal Achmad Novan.

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pembinaan bola basket yang lebih terarah dengan mempertimbangkan aspek ilmiah serta tahapan pertumbuhan dan perkembangan atlet.
Salah seorang peneliti, Masayu Rizka Risjanna, menyampaikan apresiasinya terhadap keterbukaan kedua klub dalam mendukung kegiatan penelitian.
Menurutnya, dukungan tersebut telah terbangun sejak tahun sebelumnya dan menunjukkan adanya respons positif dari berbagai pihak, mulai dari pemilik klub hingga orang tua atlet.
Ia menilai, keterbukaan tersebut menjadi modal penting dalam mendorong penerapan sport science pada pembinaan bola basket, khususnya bagi atlet usia muda hingga remaja.
Kesadaran mengenai pentingnya ilmu keolahragaan diharapkan dapat membantu klub, pelatih, dan orang tua memahami bahwa pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam waktu singkat.
Proses pembinaan juga perlu memperhatikan kesiapan fisik, penguasaan keterampilan gerak, serta tahapan perkembangan atlet sesuai dengan usianya.
Penguasaan Gerak Dasar Menjadi Fondasi Pembinaan Atlet
Masayu menjelaskan bahwa pembinaan bola basket yang baik perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan perkembangan atlet. Selain mempersiapkan kemampuan teknik, atlet usia muda perlu menguasai berbagai keterampilan gerak dasar sebagai fondasi untuk mempelajari teknik olahraga yang lebih kompleks.
Keterampilan dasar seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap merupakan bagian penting dalam proses perkembangan kemampuan gerak anak. Penguasaan keterampilan tersebut dapat menunjang proses pembelajaran teknik bola basket pada tahap berikutnya.
Prinsip ini sejalan dengan konsep Long-Term Athlete Development (LTAD), yaitu pendekatan pengembangan atlet jangka panjang yang memperhatikan tahapan perkembangan fisik, keterampilan, dan kesiapan atlet dalam menjalani proses latihan.
Melalui pendekatan tersebut, pembinaan atlet tidak semata-mata berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pada pembangunan fondasi keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan setiap kelompok usia.
Penguasaan gerak dasar yang baik diharapkan dapat membantu atlet mengembangkan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, serta kemampuan mengendalikan tubuh. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam mempelajari berbagai keterampilan bola basket, seperti menggiring, mengoper, menembak, dan bergerak secara efektif di lapangan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Klub untuk Pembinaan Berkelanjutan
Kerja sama antara tim peneliti UPI, Bandung Utama, dan Scorpio Bandung menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan klub olahraga dalam mendukung pengembangan pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan.
Pengambilan data terhadap atlet berusia 10–16 tahun diharapkan dapat mendukung proses penelitian mengenai pembinaan bola basket usia muda. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan latihan yang lebih terukur dan sesuai dengan tahapan perkembangan atlet.
Respons positif dari pengelola klub dan orang tua juga menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam membangun lingkungan pembinaan yang kondusif.
Keterlibatan mereka dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya proses latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet pada setiap tahap perkembangan.
Melalui penelitian dan kolaborasi tersebut, penerapan sport science diharapkan semakin berkembang dalam pembinaan bola basket usia muda di Indonesia. Dengan fondasi gerak yang kuat, program latihan yang sesuai dengan tahap perkembangan, serta dukungan dari klub dan orang tua, atlet diharapkan dapat berkembang secara optimal dan memiliki kesiapan untuk mencapai prestasi pada jenjang berikutnya.
(Humas)***
